Kejutan di Tengah Malam

Cukup kesederhanaan
Bukan kemewahan yang kuharapkan
Dan itulah bentuk dari sebuah perhatian
Melebihi harga jutaan berlian

Aku tidak pernah membayangkan ataupun mengharapkannya. Jujur saja. Tapi bohong juga kalau aku tidak pernah mengharapkannya. Jauh di dalam lubuk hatiku, kecil, ada terbersit doa kalau Abang bisa memberikan surprise untukku. Siapa yang tidak ingin? Abang adalah sosok sahabat, kekasih, guru, dan juga abi bagi anak-anakku. Hanya dari dialah semua perasaanku terlabuhkan. Dan momen hari esok, aku pikir adalah waktu yang tepat. Itu pun jika Abang ingat.

Hari-hari pada saat itu biasa saja. Aku bekerja dari pagi hingga siang hari. Tidak ada yang istimewa pada tanggal 13 Desember itu. Semuanya berjalan dengan normal. Abang pun begitu. Dia bekerja hingga sore hari. Dan biasanya Abang akan sampai di rumah saat azan maghrib, itu juga yang tercepat. Satu demi satu pasien yang datang ke radiologi kulayani dengan biasa saja. Ya, aku bekerja di RS Muhammadiyah, tepatnya sebagai perawat radiologi. Setiap pasien yang datang ke tempatku pasti meminta untuk difoto. Tidak ada yang lain.

Sepulang kerja, aku pun dapat bersenang-senang dengan kedua putri kami. Bintan Fathikhansa yang biasa dipanggil Kakak Bibin dan Nindya Rahmani yang biasa dipanggil Adek Anin. Aku menyiapkan makanan dan langsung menyuapi mereka. Sore hari aku pun menyiapkan air panas dan langsung memandikan keduanya. Aku benar-benar asyik bermain dengan mereka berdua, apalagi cuaca di luar tidak bersahabat. Gerimis sudah turun dari semenjak ashar. Kasihan Abang yang pasti akan kuyup kehujanan.

Benar saja, setelah maghrib Abang pulang dengan pakaian yang basah. Aku salut padanya karena sudah sejak dari 2005 dia selalu bersepeda ke kantornya. Aku pun segera menyiapkan makan malamnya. Abang tampak biasa saja. Tidak ada yang istimewa kalau besok adalah hari ulang tahunku. Begitu juga dengan aktivitas malam hari seperti menemani Kakak Bibin belajar dan menonton TV setelah kedua putri kami tertidur. Karena lelah yang amat sangat, aku pun tertidur lebih awal. Abang biasanya berkutat dengan pekerjaan menulisnya di depan komputer di kamar kecil.

Tepat pada tengah malam lebih sedikit, aku terbangun. Tidak bangun sebenarnya, melainkan hanya membuka mata untuk memastikan Abang sudah tidur atau belum. Pada saat itulah aku terkejut! Air mataku saat itu tidak dapat kutahan. Aku terharu dan langsung menangis. Tepat di hadapanku, sekuntum mawar merah tergeletak di samping tempat tidur. Mawar itu tersandar pada sebuah buku yang di atasnya terdapat sebuah kartu ucapan. Abang yang sedari tadi menunggu di sampingku langsung memelukku mesra. Setelah mengecup keningku, dia pun berkata, Met milad ya, Hon.

Aku bahagia saat itu. Aku tak bisa berkata-kata. Lidahku mengarca. Dan malam itu, selanjutnya adalah malam terindah bagi kami berdua. Lisan memang tak ada, tetapi bahasa tubuh kami saling berbicara dengan indahnya.

14 Desember adalah hari kelahiranku. Abang pun bercerita betapa dia sudah menyiapkan kejutan itu sejak kemarin siang. Dia sendiri yang mendesain kartu ucapan saat jam kerja. Dia sendiri yang memilihkan sebuah buku yang sangat pantas kumiliki. Dan dia sendiri pula yang dengan gigih mencari sekuntum bunga mawar itu di pasar bunga Palasari menembus cercaan gerimis yang tidak bersahabat. Dapat kubayangkan betapa hebat dan luar biasanya sosok itu memaksakan diri demi memberikan surprise tepat pada tengah malam lewat beberapa menit. Begitu pandainya dia menyembunyikan semua kejutan itu hingga dimunculkan pada waktunya.

Thank you, My Honeybunny
Abang telah memberikan kejutan yang amat spesial
Dan itu adalah … perhatian

NB: Ini adalah kisah dari sang belahan jiwa yang mendapatkan hadiah istimewa dari sosok itu tepat pada saat pergantian hari ulang tahunnya. Malam istimewa.

=====

Postingan ini diikutsertakan dalam Lomba Posting dBlogger Es Dogger


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

  • Facebook
  • TwitThis
  • del.icio.us
  • Digg
  • Google
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Tumblr


3 Responses to “Kejutan di Tengah Malam”

  1.   lidya Says:

    romantis ternyata

    Bang Aswi : Emberrr … doain ya ^_^

  2.   kado ulang tahun Says:

    wow,,,, mantap…. romantis banget… >,<
    gmana kalo kejutan di hari valentine yach kaya kasih
    kado valentine

    Bang Aswi : Makasiiih. Ah, kalau untuk valentin kayaknya gak deh ^_^

  3.   irmarahadian Says:

    aduh bang…
    pengen nangis rasanya….

    Alhamdulillah,
    semoga selalu romantis & sayang sama cwek2nya y… ( istri & 2 bidadari kecilnya..)
    salam dari semarang buat istri y bang….:)

    Bang Aswi : Masa seh, sampai segitunya? Tapi ini kan relatif ya dan memang alhamdulillah. Makasih ya dan salam juga untuk keluarga di Semarang ^_^

Leave a Reply